ForeverFit Atedia Hadirkan Solusi Pre-Rehabilitasi dan Kemandirian Melalui Strength Training

Founder ForeverFit Indonesia, Abednego Setiawan Santoso (kiri) memberikan potongan tumpeng sebagai simbol pembukaan ForeverFit Atedia Senior Living, Royal Residence, Surabaya, Sabtu (21/2/2026).

SEKITARSURABAYA.COM, SURABAYA — ForeverFit Indonesia melakukan grand opening cabang ketiganya yang berada di Atedia Senior Living, Royal Residence, Surabaya, Sabtu (21/2/2026). Di sana, ForeverFit berfokus pada transisi krusial dari pemulihan pasif ke kemandirian fisik yang berkelanjutan, melengkapi layanan yang telah beroperasi di Jalan Manyar Kutoarjo dan Jalan HR. Muhammad, Surabaya.

Founder ForeverFit Indonesia, Abednego Setiawan Santoso mengatakan, banyak orang tidak menyadari bahwa latihan kekuatan (strength training) yang tepat adalah bentuk asuransi kesehatan yang paling murah dan efektif.

“Daripada mengalokasikan dana besar untuk kunjungan rumah sakit yang berulang akibat penurunan fungsi fisik, investasi pada latihan beban jauh lebih efisien untuk mencegah risiko jangka panjang,” kata Abed.

Pria yang akrab disapa Coach Abed itu pun menegaskan komitmennya untuk memperluas layanan terbaiknya dalam pemberdayaan hidup bugar serta pengobatan cedera, terutama bagi para Lansia di Surabaya.

“Jadi kayak kita itu ngasih opsi bahwa sebenarnya (pengobatan cedera) mudah dan enggak harus operasi,” kata Abed.

Abed melanjutkan, selama ini, layanan kesehatan di Indonesia masih sangat berorientasi pada aspek kuratif (pengobatan). Dalam kasus cidera atau nyeri sendi, pasien seringkali hanya berhenti pada intervensi pasif seperti TENS, ultrasound, atau akupunktur. Padahal, rehabilitasi tidak seharusnya selesai di sana.

“Ada fase penting untuk persiapan tubuh agar kembali bisa melakukan aktivitas fungsional sehari-hari agar tetap sehat, kuat, dan mandiri,” ujarnya.

Salah satu misi utama ForeverFit Atedia adalah mengedukasi masyarakat mengenai self-pain management melalui pendekatan aktif, membangun massa otot melalui resistance training. Hal ini sejalan dengan WHO Guidelines 2020 yang merekomendasikan latihan penguatan otot setidaknya dua kali dalam sepekan bagi lansia, untuk menjaga keseimbangan dan mencegah sarkopenia (penyusutan otot).

Ia melanjutkan, fakta medis menunjukkan bahwa masalah muskuloskeletal dan insiden jatuh merupakan salah satu penyebab utama kematian dan penurunan kualitas hidup pada lansia.

ForeverFit Atedia hadir dengan filosofi “Prehab through Strength”, membuktikan bahwa risiko jatuh sangat bisa dicegah (preventable) melalui intervensi yang minim obat-obatan dan berbasis pada biomekanika yang tepat.

“Bayangin rumah kan ada pilarnya. Pilar itu otot tulang ligamennya. kamu jalan, sepeda, renang nggak bisa (menguatkan otot tulang ligamen), harus dengan latihan strength. Karena strength kayak fondasi rumah. Nah, itu yang kita lakukan,” ucapnya.

Abed menjelaskan, berbeda dibanding pusat kebugaran lainnya, ForeverFit menyediakan layanan latihan yang lebih pribadi. Konsep ini diterapkan karena setiap klien memiliki kondisi tubuh atau kondisi cedera yang berbeda-beda. Maka dari itu, treatment yang diberikan pun harus berbeda.

“Makanya di tempat kita nggak ada yang grup rame-rame, gak ada. Jadi kita cuma dua orang, private one-on-one, sama small group private. Biasanya itu suami-istri, atau maksimal empat orang. Udah, nggak lebih dari itu,” ujarnya.

Abed juga memastikan, sebelum memulai latihan, pihaknya terlebih dahulu melakukan asesmen terhadap kondisi klien, untuk menentukan treatment yang nantinya akan diberikan. Biasanya tim pelatih juga meminta keseriusan dari calon klien untuk bisa mengikuti latihan sesuai yang disiapkan pelatih

“Kalau mau programnya bagus tapi bolong-bolong latihannya kan enggak bisa. Nah, nanti kita jelaskan dengan kondisi kayak gini, maka butuh kurang lebih berapa lama, biayanya jelas di awal. Komit enggak? Kalau enggak, mending enggak usah,” kata Abed.

Abed melanjutkan, klien ForeverFit Indonesia memang tidak sepenuhnya lansia. Ada juga yang usianya masih belasan tahun. Namun, kata dia, kebanyakannya memang berusia di atas 50 tahun. Usia paling senior yang menjadi kliennya adalah 89 tahun.

“Kita anak-anak juga ada umur 12 tahunan lho. Tapi kebetulan, 80 persen klien kita itu usianya itu memang 50 tahun ke atas,” ujarnya.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *