Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio). FOTO. Dok. Humas Pemkab Situbondo
SEKITARSURABAYA.COM, SITUBONDO — Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio) dan Wakil Bupati Ulfiyah (Mba Ulfi), Pemerintah Kabupaten Situbondo menggelar buka puasa bersama masyarakat di Alun-Alun Situbondo, Minggu (1/3/2026). Kegiatan bertajuk “Lapor Rakyatku: Sataon Mas Rio dan Mba Ulfi Bawa Situbondo Naik Kelas” itu menjadi refleksi 12 bulan pemerintahan sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Dalam sambutannya, Mas Rio menegaskan bahwa di tengah tantangan efisiensi anggaran nasional, dinamika fiskal daerah, hingga bencana banjir bandang, roda pemerintahan tetap difokuskan pada pelayanan publik dan percepatan pembangunan.
“Di tengah pemangkasan anggaran, saya berterima kasih kepada seluruh ASN yang terus menjadi pelayan terbaik masyarakat. Empat tahun ke depan kita bahu membahu membangun Situbondo naik kelas lebih tinggi,” ujarnya.
Sepanjang tahun pertama, Pemkab Situbondo mengklaim telah menjalankan 11 program prioritas yang menyentuh sektor pertanian, UMKM, kesehatan, pendidikan, hingga pelayanan desa.
Program PETANI TENTRAM mencatat produksi ikan tangkap 19.725 ton dan budidaya 637 ton pada 2025. Produksi padi mencapai 321.723 ton, jagung 295.802 ton, dan tebu 1 juta ton.
Melalui SESAKA (Sentra Ekonomi, Wisata dan Kebudayaan), pengembangan kawasan heritage Besuki dan digitalisasi destinasi Pasir Putih membukukan pendapatan Rp3,8 miliar pada 2025. Situbondo juga mulai mengarah pada wisata minat khusus seperti pendakian, bahari, konservasi, budaya, dan sejarah.
Di sektor layanan publik, RICALL (Rio Ulfi Calling) menghadirkan pengaduan 24 jam terintegrasi melalui aplikasi eSIBOND dan WhatsApp 08138-777-8727.
Program VORSA UMKM menyediakan voucher usaha, pelatihan, hingga pinjaman modal bunga 0 persen. Sementara BANTU DESA telah menyalurkan 38 ambulans tahap pertama dengan target 1 desa 1 ambulans.
Pada sektor kesehatan, program BERANTAS (Berobat Gratis Tanpa Batas) didukung anggaran Rp60 miliar. Sedangkan PAKENYANG mengalokasikan Rp164 juta untuk subsidi dan distribusi pangan serta pasar murah.
Di bidang pendidikan dan keagamaan, program MANTAP memfasilitasi lebih dari 4.400 guru agama dengan insentif hingga Rp2 juta per orang. Program BAKTI menyalurkan dana operasional Rp1,37 miliar untuk 655 masjid serta hibah Rp1,92 miliar bagi 81 lembaga peribadatan.
Program SIBOND MELENTING memberikan beasiswa bagi 228 pemuda senilai Rp1,9 miliar dan bantuan pendidikan anak putus sekolah Rp214 juta. Adapun NAIK HONDA mencatat 5.814 tenaga honorer resmi menjadi PPPK Paruh Waktu dengan kenaikan honor tenaga kesehatan hingga Rp1,5 juta per bulan.
Selain program prioritas, Pemkab merehabilitasi 71 SD dan 16 SMP dengan anggaran Rp53 miliar, membangun Pendopo Pate Alos di Besuki Raya, serta mengembangkan Bandara KASA KHR As’ad Syamsul Arifin sebagai infrastruktur strategis.
Sebanyak 638 rumah layak huni dibangun, 6,26 kilometer jalan baru dibuka, 44,58 kilometer jalan diperbaiki, serta 292 titik penerangan jalan umum dipasang.
Dari sisi ekonomi, realisasi investasi melonjak dari Rp590 miliar pada 2024 menjadi Rp1,04 triliun pada 2025. Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dari Rp271,67 miliar menjadi Rp320,97 miliar.
Pertumbuhan ekonomi Situbondo tercatat 5,28 persen pada 2025, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Tingkat pengangguran terbuka ditekan menjadi 3,02 persen dan angka kemiskinan turun menjadi 11,17 persen. Sepanjang tahun pertama, Situbondo meraih 29 penghargaan tingkat nasional dan provinsi.
Tahun pertama kepemimpinan juga diwarnai pemangkasan anggaran dan bencana banjir bandang. Penanganan darurat, pemulihan infrastruktur, dan bantuan warga terdampak menjadi prioritas menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.
Wakil Bupati Ulfiyah menegaskan komitmen membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan masyarakat, baik melalui media sosial, tokoh masyarakat, maupun kunjungan langsung ke pelosok daerah.
“Kami siap menyerap aspirasi masyarakat. Doakan agar kami tetap sehat dan mampu membawa Situbondo makin sejahtera,” tuturnya.
Pemkab Situbondo menyatakan satu tahun pertama menjadi fondasi menuju empat tahun berikutnya dengan fokus reformasi pelayanan publik, percepatan infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, dan peningkatan kualitas SDM.





