Cetak Sejarah, Bank Jatim Raih Platinum ASRRAT 2025 Berkat Penguatan ESG

Corporate Secretary Bank Jatim, Fenty Rischana K (kanan) menerima penghargaan platinum rank ASRRAT 2025

sekitarsurabaya.com/, SURABAYA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) untuk pertama kalinya meraih platinum rank pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025.
Corporate Secretary Bank Jatim, Fenty Rischana K. menjelaskan, penghargaan tertinggi ini menjadi bukti komitmen Bank Jatim dalam memperkuat prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus meningkatkan kualitas pelaporan keberlanjutan.
“Pencapaian platinum rank ini menandai peningkatan kualitas penerapan prinsip ESG dan transparansi laporan keberlanjutan Bank Jatim, yang sebelumnya konsisten meraih peringkat gold,” ujarnya dalam siaran tertulis, Senin (1/12/2025).
Menurut Fenty, penerapan ESG telah menjadi fondasi operasional Bank Jatim untuk menjaga keberlanjutan bisnis, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan dampak sosial.
Bank Jatim disebutnya akan terus mendorong efisiensi sumber daya, memperluas pengukuran dampak sosial, serta melakukan transformasi layanan digital guna memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Dari sisi kinerja keuangan, Bank Jatim juga membukukan hasil positif sepanjang 2025, tepatnya hingga September. Secara konsolidasi, total aset mencapai Rp125,1 triliun, tumbuh 17,3% YoY.
Kenaikan ini ditopang oleh meningkatnya aset produktif, termasuk penyaluran kredit Rp80,2 triliun atau naik 29% YoY, serta dana pihak ketiga (DPK) Rp99,3 triliun atau tumbuh 13,5% YoY.
Atas pengelolaan aset tersebut, Bank Jatim berhasil mencatat pendapatan bersih Rp5,10 triliun, naik 29,25% YoY, serta laba bersih Rp1,14 triliun, tumbuh 23,5% YoY.
Sementara itu, pendapatan bunga tercatat sebesar Rp7,42 triliun, dengan pendapatan bunga bersih mencapai Rp5,10 triliun atau tumbuh 29,2% YoY.
ASRRAT 2025 sendiri merupakan ajang penilaian laporan keberlanjutan yang diselenggarakan oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) bekerja sama dengan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP).
Memasuki tahun ke-21, ajang ini diikuti 82 entitas, terdiri dari 78 perusahaan dari Indonesia—termasuk tiga instansi sektor publik—serta empat peserta dari luar negeri (Bangladesh dan Filipina).
Chairman Board of Trustee NCCR, Prof. Dr. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, menekankan pentingnya harmonisasi standar pelaporan keberlanjutan global.
Ia menyebut regulasi internasional seperti IFRS S1–S2, TCFD, GRI Standards, dan ASEAN Taxonomy menuntut laporan keberlanjutan yang semakin terukur, transparan, dan dapat diperbandingkan.
“Dengan data yang kuat, konsisten, dan selaras dengan standar global, laporan keberlanjutan menjadi alat strategis yang mampu menunjukkan kesiapan organisasi menghadapi transisi ekonomi dan tantangan keberlanjutan,” kata dia.
Prof. Bambang menambahkan, ASRRAT berperan sebagai mekanisme penilaian independen yang mendorong peningkatan kualitas laporan keberlanjutan dari tahun ke tahun.
Melalui sistem rating dan pemberian feedback seperti scorecard, ASRRAT menjadi sarana evaluasi dan pembelajaran bagi perusahaan di Asia dalam meningkatkan kualitas pelaporan ESG.

Share it :