sekitarsurabaya.com/, SURABAYA — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menerima sertifikasi halal untuk produk air bersih hasil pengolahan limbah cair (recycle).
Sertifikat halal diterbitkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI pada 29 November 2025, dan diserahkan di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Senin (8/12/2025).
SIER menerima sertifikat halal setelah melalui proses audit oleh Lembaga Pemeriksa Halal – Kajian Halalan Thayyiban PP Muhammadiyah (LPH-KHT PP Muhammadiyah).
Direktur Operasi yang juga menjabat Plt Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT SIER, Lussi Erniawati, menyampaikan apresiasi atas dukungan LPH-KHT PP Muhammadiyah selama proses sertifikasi. Pengurusan sertifikasi halal dilakukan sebagai komitmen SIER dalam menghadirkan kawasan industri yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
“Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan kawasan industri berjalan sesuai konsep green industry,” kata Lussi, Rabu (10/12/2025).
Lussi memastikan, effluent hasil pengolahan air limbah di kawasan PT SIER tidak langsung dibuang ke luar kawasan sebagai bentuk penerapan zero liquid discharge. Air tersebut diolah kembali dan didistribusikan kepada para tenant.
Ia menambahkan, sertifikasi halal menjadi bentuk tanggung jawab SIER yang merupakan anggota holding BUMN Danareksa dalam menjamin kualitas dan kebermanfaatan air yang dihasilkan.
“Dengan adanya sertifikasi ini, kami berkewajiban memastikan seluruh proses pengolahan tetap memenuhi standar halal yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
Ia pun berharap, ke depan dapat terus berkolaborasi dengan LPH-KHT PP Muhammadiyah agar konsistensi proses halal ini terjaga dan memberi manfaat bagi tenant maupun masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama LPH-KHT PP Muhammadiyah, Prof Ir HM Nadratuzzaman Hosen memberikan apresiasi kepada SIER atas keseriusan dalam memastikan kehalalan produk air hasil pengolahan.
Prof Nadratuzzaman juga mempersilakan SIER untuk mencantumkan logo LPH-KHT PP Muhammadiyah, sebagai bentuk transparansi kepada publik bahwa produk tersebut telah diaudit lembaga resmi.
Ia menegaskan bahwa sertifikat halal merupakan aspek vital untuk menghindari keraguan dan memastikan kehalalan produk.
“Situasi sekarang berbeda dengan dulu. Sumber air perlu diperhatikan karena adanya polusi dan perubahan lingkungan. Karena itu, langkah PT SIER mengurus sertifikasi halal sangat tepat, dan kami berharap kualitasnya dapat terus dijaga,” ucapnya.
Ia juga memuji komitmen SIER yang dinilai dapat menginspirasi perusahaan lain untuk melakukan hal serupa.
“Masalah air kini menjadi isu kritis. Upaya SIER ini bukan hanya memenuhi standar halal, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kemudahan proses sertifikasi bagi perusahaan lain,” kata dia.





