BI Targetkan QRIS Bermitra dengan Delapan Negara di 2026

Ekonom senior pada Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Willy Togi menjadi narasumber dalam forum “Capacity Building Media Jawa Timur 2026” yang digelar BI Jatim di Bandung, Sabtu (14/2/2026).

SEKITARSURABAYA.COM, BANDUNG — Ekonom senior pada Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Willy Togi menargetkan, pada 2026 QRIS bisa membukukan 17 miliar transaksi, bermitra dengan 8 negara, dan dimanfaatkan 45 juta merchant.

Angka tersebut disesuaikan dengan tahun kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada 17 Agustus 1945. Ia menegaskan, target tersebut telah dirumuskan dalam angka konkret yang menjadi sasaran kinerja sepanjang tahun.

Willy mengungkapkan, target tersebut mengacu pada capaian yang luar biasa di 2025. Hingga Desember 2025, realisasi machant yang menggunakan QRIS mencapai 42,75 juta, pengguna QRIS sebanyak 59,53 juta, dan volume transaksi mencapai RP 15,51 miliar.

“Masyarakat Indonesia maupun mancanegara juga sudah mulai muncul kepercayaannya. Kepercayaan ini menjadi modal utama untuk menambah negara mitra pada 2026,” kata Willy saat menjadi narasumber dalam forum “Capacity Building Media Jawa Timur 2026” yang digelar BI Jatim di Bandung, Sabtu (14/2/2026).

Willy mengatakan, arah pengembangan QRIS ke depan sepenuhnya mengacu pada Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030.

Willy melanjutkan, target 17 miliar transaksi sebagai dorongan agar QRIS semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransaksi. Apalagi pertumbuhan sebelumnya sudah sangat eksponensial, sehingga perlu dijaga momentum tersebut sekaligus meningkatkan kualitas transaksi.

BI juga menargetkan 45 juta merchant. Ia menekankan bahwa mayoritas merchant QRIS adalah pelaku usaha mikro. Artinya, perluasan merchant bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga memperkuat inklusi keuangan di level akar rumput.

“Sekitar 95 persennya (merchant pengguna QRIS) adalah usaha mikro,” ujarnya.

Upaya lain yang juga dilakukan BI adalah memperkuat ekspansi internasional. Dari delapan negara yang ditargetkan, sebagian sudah terjalin kerja sama cross-border QR payment linkage.

Saat ini, ada empat negara yang sudah bekerja sama yaitu Thailand, Jepang, Malaysia dan Singapura. Sementara empat negara lain yang masih dalam penjajakan yaitu Korea Selatan, China, India, dan Uni Emirat Arab.

Willy menjelaskan bahwa perluasan negara mitra akan membuka potensi transaksi wisata dan perdagangan.

“Masyarakat Indonesia maupun mancanegara juga sudah mulai muncul kepercayaannya. Kepercayaan ini menjadi modal utama untuk menambah negara mitra pada 2026,” ucapnya.

Willy mengajak semua pihak menjaga optimisme. Ia menyebut, inovasi pembayaran global sudah berkembang sejak 1960-an, sementara QRIS relatif baru. Namun, ia yakin dengan dukungan bersama, target 2026 realistis tercapai.

Ia juga menegaskan bahwa ekspansi internasional bukan sekadar simbolik. Dengan delapan negara terhubung, pelaku UMKM, yang 95 persen dari total merchant berpeluang menerima pembayaran dari turis asing secara langsung.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *