Menteri Kebudayaan Fadli Zon Resmikan Pendopo Pate Alos, Tandai Awal Revitalisasi Kota Tua Besuki

Penandatanganan Prasasti Pendopo Pate Alos Situbondo

SEKITARSURABAYA.COM, SITUBONDO — Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah meresmikan Pendopo Pate Alos Besuki, Minggu (25/1/2026).

Peresmian ini menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam revitalisasi kawasan bersejarah Besuki menuju pengembangan Wisata Kota Tua berbasis cagar budaya, di tengah suasana duka pascabanjir yang melanda wilayah Besuki Raya.

Peresmian berlangsung dengan penuh khidmat dan kesederhanaan, mengingat dalam beberapa hari terakhir enam kecamatan di Situbondo terdampak banjir, yakni Besuki, Banyuglugur, Jatibanteng, Mlandingan, Kendit, dan Bungatan. Sejumlah wilayah bahkan masih mengalami keterisolasian akibat dampak bencana.

Rangkaian kegiatan sejak pagi diarahkan untuk memperkuat doa, refleksi, dan solidaritas sosial, sebagai bentuk empati terhadap warga terdampak sekaligus ikhtiar agar bencana serupa tidak kembali terulang.

Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan masyarakat Besuki Raya serta perlindungan Situbondo dari bencana alam. Usai doa, agenda dilanjutkan dengan sarasehan kebudayaan yang melibatkan pelajar, mahasiswa, dan pegiat budaya.

Sarasehan tersebut membahas sejarah Besuki, peran tokoh-tokoh lokal, serta pentingnya pelestarian cagar budaya sebagai fondasi identitas dan ketahanan sosial masyarakat.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan bahwa pendekatan kebudayaan menjadi sangat relevan di tengah situasi bencana. Menurutnya, penguatan nilai sejarah dan spiritual merupakan bagian dari proses pemulihan sosial.

“Budaya mengajarkan kita tentang ketahanan, kebijaksanaan, dan empati. Di saat seperti ini, nilai-nilai itu menjadi sangat penting,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Rio.

Pada sore hari, Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Bupati Situbondo meninjau Gedung Eks Karesidenan Besuki, bangunan bersejarah peninggalan tahun 1805 yang memiliki peran penting dalam sejarah kawasan Tapal Kuda.

Fadli Zon menilai gedung tersebut sangat layak dikembangkan menjadi museum dan pusat kebudayaan, mengingat usia bangunan yang telah melampaui 220 tahun serta tingkat keaslian yang masih terjaga.

“Kalau kita lihat secara fisik, bangunan ini sangat layak menjadi suatu museum,” ujar Fadli Zon usai peninjauan.

Ia menjelaskan, museum tersebut dapat menjadi ruang edukasi yang menjelaskan sejarah Karesidenan Besuki, wilayah administratif yang pada masanya menaungi lima kabupaten di kawasan Tapal Kuda.

“Museum ini bisa menjelaskan tentang sejarah Karesidenan Besuki dulu, bagaimana masa-masa itu, dan keberlanjutannya sampai sekarang,” katanya.

Lebih jauh, Fadli Zon melihat potensi Gedung Eks Karesidenan Besuki untuk dikembangkan sebagai pusat budaya yang hidup, tidak hanya sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai pusat edukasi, pembelajaran, dan aktivitas seni masyarakat.

“Ini bisa menjadi pusat budaya, pusat edukasi, pusat belajar, bahkan pusat kegiatan seni di Situbondo,” ujarnya.

Ia juga membuka peluang agar bangunan tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional, sehingga pengelolaan dan pengembangannya dapat dilakukan secara lebih optimal sesuai amanat konstitusi.

“Keasliannya masih ada, auranya masih terasa sebagai bangunan heritage. Ini sangat memenuhi syarat sebagai cagar budaya,” kata Fadli.

Sebagai tindak lanjut, Fadli Zon meminta agar rencana pengembangan gedung tersebut dikomunikasikan secara teknis melalui Balai Kebudayaan Jawa Timur, guna memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Puncak kegiatan ditandai dengan peresmian Pendopo Pate Alos pada malam hari melalui penandatanganan prasasti oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, disaksikan Bupati Situbondo dan Wakil Bupati Situbondo.

Pendopo Pate Alos merupakan bangunan bersejarah yang dinamai dari Kiai Pate Alos atau Raden Bagus Kasim Wirodipuro, Patih pertama Besuki pada abad ke-18. Tokoh ini dikenal sebagai pemimpin yang arif, religius, dan berjasa besar dalam pembentukan pemerintahan Besuki.

Revitalisasi Pendopo Pate Alos Jadi Penanada

Bupati Situbondo menegaskan bahwa revitalisasi Pendopo Pate Alos menjadi titik awal pengembangan Wisata Kota Tua Besuki, dengan pendekatan pelestarian sejarah, edukasi budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Peresmian ini bukan perayaan, melainkan ikhtiar bersama untuk bangkit, menjaga warisan sejarah, dan menata masa depan Besuki dengan tetap menjunjung nilai kemanusiaan dan kebudayaan,” ujar Mas Rio.

Pemerintah Kabupaten Situbondo memastikan bahwa seluruh agenda kebudayaan ke depan akan dilaksanakan secara sensitif terhadap kondisi masyarakat, dengan mengedepankan empati, doa, dan pemulihan pascabencana sebagai prioritas utama.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *