Bank Jatim luncurkan JConnect Edu
SEKITARSURABAYA.COM, SURABAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali melakukan gebrakan digitalisasi. Sektor pendidikan kini menjadi fokus utama melalui peluncuran platform digital terintegrasi bertajuk JConnect Edu.
Peluncuran inovasi ini dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Jatim dan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur terkait penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Acara strategis ini digelar di Hotel Platinum Surabaya, Selasa (21/4/2026).
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa JConnect Edu dirancang khusus untuk memodernisasi ekosistem pendidikan di Jawa Timur, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi.
“Pendidikan adalah fondasi utama kemajuan Jawa Timur. Melalui JConnect Edu, sekolah tidak perlu lagi repot membangun sistem IT sendiri dengan biaya mahal. Tagihan, absensi siswa, tugas, hingga komunikasi dengan orang tua kini terintegrasi dalam satu aplikasi yang sangat user-friendly,” terang Winardi.
Bagi wali murid, kehadiran JConnect Edu akan memberikan transparansi dan kemudahan ekstra. Orang tua dapat memantau langsung jadwal pelajaran dan absensi kehadiran anak mereka di sekolah. Selain itu, pembayaran biaya pendidikan (SPP/Iuran) kini bisa diselesaikan dalam genggaman melalui metode Virtual Account (VA) maupun scan QRIS.
“Bagi wali murid, ini memberikan fleksibilitas pembayaran pendidikan dari berbagai saluran perbankan tanpa harus datang ke sekolah,” tambahnya.
Selain meluncurkan aplikasi, Bank Jatim juga kembali mendapatkan mandat penuh dari Disdik Jatim untuk menyalurkan Dana BOS bagi jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB), SMA, dan SMK—baik negeri maupun swasta—di seluruh wilayah Jawa Timur. Winardi menjamin bahwa jaringan kantor Bank Jatim siap mengawal agar dana triliunan tersebut tersalurkan tepat waktu dan berdampak maksimal.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyambut baik kolaborasi digital ini. Ia menegaskan bahwa digitalisasi di sektor pendidikan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.
Penyaluran dana BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan) melalui sistem perbankan Bank Jatim dinilai sangat krusial untuk mendukung ekosistem pembayaran nontunai (cashless) di lingkungan sekolah.
“Dengan sistem nontunai, keamanan dana jauh lebih terjamin. Ini adalah langkah preventif yang sangat efektif untuk meminimalisir penyalahgunaan atau kebocoran anggaran di sekolah,” tegas Aries.
Ia juga berharap sinergi ini dapat membantu pihak sekolah dalam mengelola anggaran secara real-time dan akurat, yang pada akhirnya akan mendongkrak kepercayaan publik terhadap transparansi pengelolaan dana pendidikan di Jawa Timur.





