Home > Ekonomi

Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan Dekarbonisasi Industri

Industri sumbang 34 persen pada total emisi nasional
Transisi energi bersih (ilustrasi). FOTO: Freepik
Transisi energi bersih (ilustrasi). FOTO: Freepik

SEKITARSURABAYA.COM, SURABAYA -- Pemerintah Indonesia nampaknya tidak main-main dengan komitmennya mewujudkan target net zero missions (NZE) atau nol emisi karbon pada 2060 atau lebih awal.


Di antara upaya yang dilakukan adalah dengan dirumuskannya Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Kementerian Perindustrian, World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan Institute for Essential Services Reform (IESR) merumuskan Peta Jalan Dekarbonisasi Industri.


Sektor industri memang menjadi target utama dalam upaya mewujudkan nol emisi karbon. Bagaimana tidak, sektor ini menyumbang hingga 34 persen pada total emisi nasional.


Peta Jalan Dekarbonisasi Industri yamg disusun tersebut menargetkan pencapaian emisi nol bersih pada 2050, lebih cepat dari target nasional pada 2060.


Wakil Rektor IV Bidang Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof. Agus Muhamad Hatta mengatakan, untuk mewujudkan target nol emisi karbon sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan, merupakan tanggung jawab bersama semua pihak.


“Perlu adanya kolaborasi antara akademisi dan pemerintah untuk mencapai tujuan tersebut,” ucap guru besar Departemen Teknik Fisika ITS tersebut dalam acara The 3rd Taiwan-Indonesia International Seminar Application and Research yang digelar di Surabaya, tengah pekan lalu.


Saat ini, lanjut Hatta, berbagai kebijakan tengah digalakkan pemerintah untuk mendorong terwujudnya target nol emisi karbon. Seperti optimalisasi energi terbarukan, penghijauan, hingga penerapan teknologi hemat energi.


“Salah satunya dengan mendorong penggunaan PLTS di gedung-gedung pemerintah dan swasta,” ujarnya.


Direktur Taiwan-Indonesia Science and Technology Innovation Centre (STIC) Prof Jhy Chern-Liu menuturkan, perkembangan industri yang pesat turut mendorong peningkatan emisi karbon dan gas rumah kaca. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh sektor industri dan konstruksi.


“Karena itu low carbon construction menjadi langkah strategis untuk mengurangi dampaknya tersebut,” tegasnya.


Ia melanjutkan, low carbon construction sendiri merupakan pendekatan pembangunan yang mengedepankan efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, serta meminimalisasi emisi karbon yang dihasilkan. Dengan begitu, pembangunan dapat beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.


Jhy Chern-Liu menjelaskan, penerapan low carbon construction dapat dilakukan melalui tiga langkah utama. Di antaranya dengan mengurangi penggunaan energi dan sumber daya yang tidak efisien.


Kemudian, dengan memanfaatkan material ramah lingkungan. Terakhir, dengan memperbaiki dan mengembangkan metode konstruksi hijau yang lebih efektif dan ramah lingkungan.


Penghijauan Jadi Andalan Pemda hingga Industri Dorong Terwujudnya Nol Emisi Karbon


Selain pemerintah pusat, Pemprov Jatim juga tak kalah gencar dalam upaya mendorong percepatan terwujudnya nol emisi karbon. Di antara program yang dijalankan adalah menggencarkan penanaman pohon mangrove atau sering disebut sebagai program 'Sedekah Oksigen.'


Hasilnya, sejak 2022 hingga 2024, luas tanam mangrove bertambah 2.221,48 hektare melalui kerja sama lintas sektor. "Menanam pohon, termasuk mangrove, adalah sedekah oksigen bagi bumi. Mari kita masifkan gerakan ini," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.


Selain itu, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur bersinergi dengan masyarakat Trenggalek melaksanakan aksi peduli lingkungan melalui penanaman dan adopsi mangrove di kawasan Pancer Cengkrong, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.


General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir menyebut, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen PLN dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus mendukung target nol emisi karbon. Dalam kegiatan tersebut dilakukan adopsi dan penanaman 100 bibit mangrove di kawasan konservasi mangrove Pancer Pantai Cengkrong, yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Pokmaswas setempat.


“Kami bangga bisa ikut menanam harapan lewat mangrove. Selain menjaga ekosistem pesisir, langkah kecil ini menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung Trenggalek menuju net zero emission,” ujarnya.


Ahmad menegaskan, menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Dengan gotong royong, Trenggalek bisa menjadi contoh daerah yang peduli kelestarian alam sekaligus mendukung transisi energi bersih.


Peran IESR dalam Percepatan Dekarbonisasi Industri


Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa menuturkan, dalam penyusunan peta jalan dekarbonisasi industri oleh Kementerian Perindustrian, pihaknya berkontribusi di empat sektor. Yaitu tekstil, kaca dan keramik, otomotif, serta makanan dan minuman.


Menurutnya, peta jalan dekarbonisasi industri adalah strategi penting untuk mewujudkan ambisi pertumbuhan ekonomi 8 persen Presiden Prabowo. Tanpa transisi dari energi fosil, ambisi ini sulit tercapai di tengah ketatnya standar emisi global untuk perdagangan internasional dan permintaan pasar produk yang rendah emisi.


Fabby melanjutkan, implementasi peta jalan tidak hanya memastikan produk Indonesia berdaya saing di pasar ekspor, tetapi juga menarik investasi baru, meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, serta memperkuat kemandirian energi melalui pemanfaatan energi terbarukan.


"Dampak lainnya dari industri yang minim emisi adalah dapat membuka jalan bagi berkembangnya industri manufaktur hijau dan penciptaan lapangan kerja baru,” kata Fabby dikutip dari laman resmi IESR.

× Image